BAB 11
AKUNTANSI MULTINASIONAL
“ TRANSAKSI MATA UANG
ASING DAN INSTRUMENT KEUANGAN “
Permasalahan Akuntansi
Akuntansi harus dapat
mencatat dan melaporkan transaksi yang melibatkan pertukaran dollar AS dan mata uang asing.
Transaksi mata uang asing (foreign
currency transaksions) perusahaan Indonesia meliputi
penjualan,pembelian,dan transaksi lain yang menimbulkan perpindahan mata uang
asing atau pencatatan piatang utang yang didominsikan-yaitu yang nilainya kan
dilunasi-dalam suatu mata uang asing. Oleh karena laporan keuangan dari hampir
semua perusahaan Indonesia menggunakan rupiah sebagai mata uang pelaporan, maka
transaksi dalam mata uang lain harus disajikan kembali dalam (setara) rupiah
sebelum dicatat dalam pembukuan dan dimasukkan dalam laporan keuangan
perusahaan. Proses penyajian kembali transaksi mata uang asing dalam (setara)
nilai rupiah sebagai penjabaran atau translasi (translasion).
Kurs Mata Uang Asing
Penentuan Kurs
Mata uang suatu negara mirip dengan komoditas
lain,dan kursnya berubah karena sejumlah factor ekonomi yang memmengaruhi
permintaan penawaran terhadap mata uang tersebut. Sebagai contoh,jika suatu
negara sedang mengalami tingkat inflasi yang tinggi,daya beli
mata uangnya kan menurun. Penurunan nilai suatu mata uang di cerminkan oleh
penurunan posisi mata uang negara tersebut relative terhadap mata uang negara
lain. Factor yang menyebabkan fluktuasi kurs adalah neraca pembayaran,perubahan
suku bunga,dan tingkat investasi negara tersebut serta stabilitas dan proses
tata kelola (governance).
Kurs Langsung dan Tidak Langsung
Kurs Langsung
Kurs
langsung (direct exchange units-LCUs-DER) adalah banyaknya unit mata uang local
yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing.
DER=
nilai setara rupiah / 1 FCU
Kurs Tidak Langsung
Kurs
tidak langsung (indirect exchange rate-IER) adalah kebalikan dari kurs langsung.
IER=
1 FCU / nilai setara rupiah
Perubahan kurs
Menguatnya
rupiah-penuruanan kurs langsung
Menguatnya
nilai rupiah berarti :
1. Lebih
sedikit mata uang rupiah diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang asing
2. Satu
rupiah memperoleh lebih banyak unit mata uang asing
Melemahnya
rupiah-peningkatan kurs langsung
Melemahnya
rupiah berarti :
1. Lebih
banyak mata uang Indonesia yang diperlukan untuk memperoleh satu unit mata uang
asing
2. Satu
rupiah memperoleh lebih sedikit unit mata uang asing.
Kurs tunai (spot rate) dan kurs sekarang (current
rate)
Kurs
tunai adalah kurs yang digunakan dalam penyerahan segera siuatu mata uang. Kurs
sekarang didefinisikan secara sederhana sebagai kurs tunai pada tanggal neraca
suatu entitas.
Kurs masa depan (forward exchange rate)
Kurs
masa depan pada suatu tanggal tertentu tidak sama dengan kurs tunai pada
tanggal yang sama. E3kspektasi yang berbeda terhadap nilai kurs dimasa depan
menentukan tingkat kurs tersebut. Selisih antara kurs depan dan kurs tunai pada
suatu tanggal tertentu dinamakan spread. Spread memberikan informasi tentang
kemungkinan pengutan atau pelemahan dari suatu mata uang.
Transaksi mata uang
asing
Transaksi
mata uang asing adalah aktivitas ekonomi yang dinyatakan dalam mata uang selain
mata uang pencatatan suatu entitas. Transaksi tersebut meliputi:
1. Pembelian
atau penjualan barang/jasa (impor atau ekspor),dimana harganya dinyatakan dalam
mata uang asing
2. Utang
atau piutang pinjaman dalam mata uang asing
3. Pembelian
atau penjualan kontrak kurs masa depan.
4. Pembelian
atau penjulan unit mata uang asing
Salah
satu pihak dalam transaksi mata uang basing harus menukarkan mata uangnya
sendiri dengan mata uang negara lain. Dalam praktik bisnis normal diperlukan
penyelesaian transaksi dalam mata uang domestic bagi perusahaan yang melakukan penjulan atau
memberikan pinjaman,namun persetujuan antara kedua pihak dapat menyebutkan
sebaliknya. Beberapa pihak menggunakan
singkatan yang mengacu pada transaksi mata uang asing dengan menggunakan
huruf FX (singkatan dari foreigh exchange)saja.
Mengelola risiko mata
uang internasional dengan instrumen keuangan pertukaran mata uang masa depan
(foreign currency forward exchange)
entitas
multinasioanal mengelola risiko mata uang asing mereka dengan menggunakan
beberapa jenis instrument keuangan seperti:
1. Kontrak
masa depan dalam mata uang asing
2. Opsi
mata uang asing
3. Mata
uang asing berjangka
Akuntansi untuk derevatif dan aktivitas lindung
nilai (hedging) berpedoman pada dua standar. PSAK 50 , “instrument
keuangan:penyajian dan pengungkapan”, dan PSAK 55. “instrument keuangan:
pengakuna dan pengukuran”, mendefinisikan derivative dan menetapkan aturan umum
dalam pengakuan derivatif baik sebagai asset atau kewajiban dalam neraca dan
mengukur instrument keuangan tersebut pada nilai wajar.
Instrument
keuangan (financial instrument) adalah kontarak yang akan meningkatkan nilai
asset dari suatu entitas dan instrument utang dan ekuitas pada ekuitas lain.
Contohnya antara lain bukti pemilikan,wesel bayar,wesel tagih,serta berbagai
jenis kontrak keuangan lainnya. Derevatif
( derivative ) adalah suatu instrument keuangan yang :
1. Memeliki
satu atau lebih variabel pokok yang mendasari dan (underlying) dan satu atau
lebih jumlah nasional (national amount)
2. Tidak
memerlukan investasi awal bersih atau kalaupun memerlukan investasi,maka
nilainya lebih kecil bila dibandingkan dengan jumlah yang dibutuhkan oleh jenis
perjanjian lain yang diperkirakan akan menghsilkan efek yang sama terhadap
perubahan dalam factor-faktor pasar.
3. Persyaratan
perjanjian mengharuskan adanya settlenebt (pelunasan) pada tanggal tertentu
dimasa yang akan datang.
Devinisi spesifik dari deratif adalah suatu
instrument keuangan atau kontrak yang mempunyai semua criteria berikut.
1. Instrument
keuangan yang mengandung satu atau lebih variabel pokok yang mendasari (underlying) dan satu atau lebih jumlah
nasional ( national amount), yang menentukan persyaratan instrument keuangan
tersebut.
a. Variabel
poko yang mendasari ( underying) adalah variabel keuangan yang atau variabel
fisik yang mempunyai perubahan yang dapat di pantau atau yang dapat
diverivikasi secara objektif. Kurs mata uang,harga komoditas,indeks atau
tingkat harga,jumlah hari-hari yang hangat dalam musim dingin,atau variabel
lain yang mencakupperistiwa yang terjadi maupun yang tidak terjadi,seperti
pembayaran yang dijadwalkan dalam jumlah suatu kontrak adalah contoh dari
variabel pokok yang mendasari.
b. Jumlah
nasinal(natonal amount) adalah banyaknya unit mata uang,saham ,ukuran,kapasitas,berat,atau
unit lain yang ditetapkan dalam instrument keuangan.
2. Instrument
keuangan atau kontarak lain tidak memerlukan investasi bersih awal atau jika
pun ada, maka investasi bersih awal tersebut lebih kecil dari pada yang
diperlukan untuk jenis kontrak yang diharapkan mempunyai tanggapan yang serupa
pada perubahan factor pasar.
3. Persyaratan
kontrak:
a. Memerlukan
atau membolehkan suatu penyelesaiaan bersih (net settlement)
b. Menyediakan
penyerahan asset yang menempatkan penerima dalam pososisi ekonomi yang secara
substansial tidak berbeda dengan
penyelesaian bersih
c. Kontrak
yang siap untuk diselsaikan oleh pasar atau mekanisme lain di luar kontrak.
Derevatif yang ditunjuk
sebagai nilai lindung
PSAK
55 memberikan persyaratan spesifik dalam pengklasifikasian derivative sebagai
suatu aktivitas lindung nilai. Akuntansi lindung nilai menghapuskan keuntungan
( kerugian) atas pos yang dilindungi atas kerugian ( keuntungan) dan instrument
lindung nilai.
Lindung
nilai dapat digunakan untuk:
1. Resiko
kurs mata uang asing dimana kurs mata uang berubah setiap saat
2. Resiko
tingkat bunga khususnya untuk perusahaan yang mempunyai instrument utang yang
bersifat variabel
3. Resiko
komoditas dimana harga masa depan komoditas dapat berbeda dari harga tunai.
Suatu
instrument derivative dapat diklasifikasikan sebagai instrument lindung
nilai,jika hanya jika seluruh criteria berikut ini terpenuhi,yaitu:
1. Dokumentasi
yang cxukup harus disajikan pada awal jangka waktu ni8lai lindung untuk
menentukan tujuan dan sasaran dari lindung nilai,instrument lindung nilai dan
hal-hal yang dilindung,serta bagaimana efektivitas lindung nilai tersebut akan
dievaluasi secara berkesinambungan.
2. Lindung
nilai harus sangat efektif dalam mengomensasi seluruh perubahan dalam nilai
wajar maupun arus kas yang di hubungkan dengan nilai yang dilindungi,dan
seluruh strategi manajemen untuk melakukan lindung niulai tersebut secara
konsisten harus didokumentasikan selama jangka waktu lindung nilai.
3. Untuk
lindung nilai arus kas,transaksi yang diperkirakan sebagai subjek lindung nilai
harus dapat memiliki kemungkinan yang sangat tinggi dan harus menunjukan adanya
eksposur yang tinggi pada arus kas yang akan menyebabkan timbulnya untung dan
rugi akibat risiko tersebut.
4. Efektivitas
lindung nilai harus dapat di hitung dengan meyakinkan,seperti lindung nilai
atas nilai wajar atau arus kas harus dapar dihubungkan dengan risiko lindung
nilai dan instrument lindung nilai tersebut dapat dihitung dengan cepat.
5. Lindung
nilai ditentukan secara berkesinambungan dan nilai pada bagian efektifnya
ditentukan secra actual!sepanjang periode pelaporan keuangan.
Derevatif
yang memenuhi persyaratan untuk lindung nilai dan digunakan oleh
manajemen perusahaan untuk memenuhi tujuan tersebut diatur dalam PSAK
55,sebagai berikut:
1. Lindung
nilai atas nilai wajar ( fair value hedges) digunakan untuk melindungi risiko
perubahan nilai wajar dari kewajiban atau asset atau komitmen ( firm
commitment) yang belum diakui untuk membeli menjual asset pada harga tetap atau
porsi tertentu seperti asset,kewajiban,atau komitmen yang dapat dikaitkan
dengan risiko tertentu dan dapat menyebabkan timbulnya keuntungan atau
kerugian.
2. Lindung
nilai arus kas (cash flow hedhes) digunakan untuk melindungi risiko perubahan
arus kas yang antisipasi,yang masuk atau keluar dari perusahaan,untuk asset
dan kewajiban yang diakui (seperti pembayaran bunga masa depan atas utang bunga
dengan tingkat bunga variabel) atau transaksi yang diperkirakan sangat pasti
terjadi dan dapat mempengaruhi laba rugi.
3. Lindung
nilai dari investasi bersih operasi dari luar negeri. Derevatif yang tunjuk
sebagai lindung nilai untuk jenis resiko mata uang asing ini mempunyai
keuntungan atau kerugian yang dilaporkan untuk jenis resiko mata uang asing ini
mempunyai keuntungan atau kerugian yang dilaporkan dalam pendapatan
komprehensif lainnya sebagai bagian dari penyesuaian translasi kumulatif
Kontrak pertukaran masa
depan
Untuk
laporan keuangan yang berakhir pada oktober 2005.komite nilai tukar mata uang
asing ( foreign exchange committee) dari badan federal reserve new York
melaporkan bahwa volume rata-rata harian pada instrument nilai tukar adalah
sebesar $440 miliar,sedangkan volume rata-rata harian transaksi opsi mata uang
asing sebesar $37 miliar.
Perusahaan yang beroperasi di
mancanegara sering kali menggunakan kontrak masa depan (forward exchange
contract) dengan pedagang mata uang asing untuk menukarkan berbagai mata uang
pada kurs dan tanggal tertentu dimasa depan. Kontrak pertukaran masa depan ini
diperoleh dari pedagang mata uang asing. Biasanya, kontrak ini di tulis untuk
salah satu mata uang internasional utama. Kontrak umumnya tersedia untuk jangka
waktu berapa pun hingga 12 bulan kedepan, namunn kebanyakan lebih
singkat,antara 30 sampai 180 hari. Kontrak pertukaran masa depan ini dapat
berupa perolehan mata uang asing atau penyerahan mata uang asing pada tanggal
tertentu dimasa depan atau yang disebut dengan tangggal kedaluarsa (expiration
date). Kurs pertukaran kontrak tersebut berbeda dengan kurs tunai karena
berbagai factor ekonomi yang terlibat dalam penentuan kurs masa depan vs kurs
tunai pertukaran. Untuk transaksi lindung nilai,jika kurs masa depan lebih tinggi dari pada kurs
tunai,maka selisih antara kurs ini disebut premi atas kontrak pertukaran masa
depan (premium on the forward exchange contract);ini berarti mata uang asing di
jual pada harga lebih tinggi( harga premium) dibandingkan dengan pasar masa depan
(forward market). Jika kurs masa depan lebih rendah dari pada kurs tunai,maka
selisihnya disebut dengan diskon atas kontrak pertukaran masa depan (discount
on the forward exchange contract);ini berarti mata uang asing dijual pada harga
yang lebih rendah (harga diskon) dibandingkan dengan pasar masa depan.
PSAK 55 menetapkan aturan dasar
untuk akuntansi atas kontrak pertukaran masa depan. Perubahan nilai wajar harus
diakui,namun akuntansi khusus untuk perubahan tersebut tergantung pada tujuan
dari lindung nilai. Untuk kontrak pertukaran masa depan,aturan dasarnya adalah
menggunakan kurs masa depan untuk mencatat kontrak masa depan.
Kasus 1. Mengelola
posisi asset atau kewajiban bersih yang terkena eksposur mata uang asing: bukan
instrument lindung nilai
Penggunaan yang paling umum dari kontrak pertukaran
mata uang asing adalah untuk mengelola
posisi mata uang asing,baik posisi asset bersih yang terkena eksposur maupun
kewajiban bersih. Kontrak pertukaran mata uang asing akan menyeimbangkan
antara kewajiban dalam suatu mata uang asing dengan piutang dalam mata uang
asing yang sama,sehingga akan menghapuskan risiko fluktuasi mata uang asing.
PSAK
55 menjelaskan aturan umum bahwa kurs yang relevan untuk menilai kontrak
pertukaran mata uang asing adalah kontrak masa depan pada tiap tanggal
penilaian. PSAK 10 menjelaskan bahwa piutang usaha atau utang usaha yang
dideniminasi dalam mata uang asing dinilai menggunakan kurs tunai pada tanggal
penilaian. Kontrak pertukaran harus disesuaikan atas perubahan nilai wajarnya.
Karena dua kurs yang digunakan berbeda-kurs tunai dan kurs masa depan-umumnya
akan timbul perbedaan
antara jumlah keuntungan atau kerugian. Perbedaan ini tidak terlalu besar namun
akan menimbulkan sedikit sedikit volatilitas dalam arus laba.
Nilai waktu ( time value ) dari arus kas masa depan
dari kontrak pertukaran
PSAK
55 mengharuskan pengakuan faktor
bunga jika bunga yang dikenakan signifikan. Oleh karenanya,jika bunga
signifikan,maka perusahaan harus menggunakan nilai sekarang,maka perusahaan
secara eksplisit mengakui nilai waktu dari uang.
Ilustrasi
mengelola posisi kewajiban bersih yang terkena eksposur
Contoh
berikut menunjukkan akuntansi untuk pengelolaan posisi mata uang asing dengan
kontak pertukarannya. Asumsikan hal-hal berikut:
1. Pada
tanggal 1 oktober 20xl,PT induk membeli barang secara kredit dari Tokyo
industries dengan nilai 2.000.000 yen
2. Transaksi
tersebut didominasi dalam yen,dan PT induk menghapuskan risiko dalam kewajiban
mata uang asingnya dengan kontrak pertukaran untuk menerima 2.000.000 yen dari
pedagang mata uang asing.
3. Jangka
waktu kontrak pertukaran mata uang asing sama dengan periode kredit 6 bulan
yang diberikan oleh Tokyo industries.
4. Tanggal
akhir tahun PT induk adalah 31 desember,sementara utang akan dilunasi pada
tanggal 1 april 20X2.
Kurs
langsung yang relevan adalah sebagai berikut:
|
Tanggal
|
Nilai setara rupiah dari 1
yen
|
|
|
Kurs tunai
|
Kurs masa depan
|
|
|
1 oktober 20X1
(tanggal transaksi)
|
Rp 80
|
Rp 85(180 hari)
|
|
31 desember 20X1
(tanggal neraca)
|
90
|
87 (90 hari)
|
|
1 april 20X1 (
tanggal neraca )
|
86
|
|
Garis waktu untuk transaksi
tersebut adalah sebagai berikut:
1 oktober 20X1 (tanggal transaksi):
a. Timbul
transaksi yang di diminasi dalam yen
b. Menandatangani
kontrak masa depan 180 hari untuk yang menerima yen.
1 april 20X1 ( tanggal neraca ):
a. Memperoleh
yen melalui penyelesaian kontrak masa depan
b. Membayar
yen untuk melunasi utang usaha
Ayat
jurnal beriku adalah ayat jurnal untuk mencatat kejadian-kejadian dalam
ilustrasi tersebut.
1
oktober 20X1
(5) persediaan
160.000.00
Utang usaha (¥) 160.000.000
Diperoloeh
dari membeli persediaan secara kredit: Rp 160.000.000=¥2.000.000 x Rp 80 kurs
tunai 1 oktober.
(6)
piutang masa uang asing dari broker (¥) 170.000.000
Utang rupiah ke broker
170.000.000
Diperoleh
dari membeli kontrak masa depan untuk menerima 2.000.000 yen : Rp
170.00.000=¥2.000.000 x Rp 85 kurs masa depan
Ayat
jurnal penyesuaian yang diperlukan untuk tanggal 31 desember 20X1,akhir tahun
fiscal PT induk,adalah:
(7)
piutang mata uang asing dari broker (¥) 4.000.000.
Keuntungan transaksi mata uang
asing 4.000.000
Diperoleh
dari menyesuaiankan piutang yang didominasi dalam yen menjadi nilai setara
dolar AS
Sekarang
menggunakan kurs masa depan,sesuai dengan PSAK 55:
Rp
174.000.000=¥2.000.000 x Rp87 kurs masa depan 90 hari pada tanggal 31 Des
(8)
kerugian transaksi mata uang
20.000.000
Utang usaha 20.000.000
Di
peroleh dari menyesuaikan utang yang didominasi dalam yen menjadi nilai setara
dolar AS
Sekarang
menggunakan kurs tunai,sesuai denmgan PSAK 10:
Rp
180.000.000 = ¥2.000.000 x Rp90 kurs tunai pada tanggal 31 Des
Kasus 2: lindung nilai
komitmen mata uang asing belum diakui: lindung nilai atas nilai wajar mata uang
asing
Perusahaan
dapat mengalami risiko mata uang asing sebelum terjadinya transaksi pembelian
atau penjualan. Sebagai contoh,sebuah perusahaan dapt menandatangani pembelian
yang tidak dapat dibatalkan untuk membeli barang dari entitas asing dari masa
depan yang akan dibayar dalam mata uang asing. Dengan menyetujui harga beli
pada saat ini untuk pembelian masa
depan,perusahaan telah terikat dengan komitmen mata uang asing yang dapat
diidentifikasi walaupun pembelian belum terjadi;yaitu,kontrak pembelian masih executor
(belum diakui). Perusahaan belum mempunyai risiko perubahan kurs sebelum
tanggal transaksi (tanggal penyerahan barang).
Ilustrasi lindung nilai
komitmen mata uang asing belum diakui
Transaksi
impor antara PT induk dan Tokyo industries
1. Pada tanggal 1 agustus 20X1,PT induk membuat
kontrak dengan Tokyo industries untuk membeli barang yang dipesan khusus.
Pembuatan dan pengiriman barang tersebut akan memerlukan waktu 60 hari (tanggal
1 oktober 20X1). Harga kontrak adalah 2.000.000 yen,yang akan dibayar pada
tanggal 1 april 20X2,yaitu 180 hari setelah pengiriman barang.
2. Pada
tanggal 1 agustus 20X1,PT Induk melakukan lindung nilai atas komitmen utang
mata uang asing dengan kontrak masa depan untuk menerima 2.000.000 yen dalam
240 hari ( 60 hari sampai pengiriman di tambah 180 hari periode kredit). Kurs
masa depan untuk kontrak masa depan 240 hari adalah Rp81 untuk 1 yen. Tujuan
kontrak masa depan 240 hari ini ada dua. Pertama,untuk 60 hari
dari tanggal 1 agustus 20X1 sampai oktober 20X1,kontrak masa depan adalah untuk linding nilai komitmen
mata uang asing dapat di identifikasi . untuk periode 180 hari dari tanggal 1
oktober 20X1 sampai 1 april 20X2,kontrak masa depan adalah untuk lindung nilai
atas posisi kewajiban bersih yang terkena eksposur dalam mata uang asing.
Kurs yang relevan untuk contoh ini adalah sebagai
berikut:
|
Tanggal
|
Nilai setara rupiah dari 1
yen
|
|
|
Kurs tunai
|
Kurs masa depan
|
|
|
1 agustus 20X1
|
Rp 75
|
Rp 83(240 hari)
|
|
1 oktober 20X1
|
80
|
85(180 hari)
|
Pada tanggal 1 agustus
20X1,perusahaan menentukan nilai komitmen untuk membayar yen atas utang masa
depan menggunakan kurs masa depan. Akan tetapi,utang tidak dicatat sampai
tanggal 1 agustus karena transaksi pertukaran belum terjadi;hutang hanya
dicatat dalam ayat jurnal memorandum saja. Kontrak masa depan harus dinilai
menggunakan nilai wajar. Pada saat perusahaan melakukan kontrak masa
depan,kontrak tersebut belum mempunyai nilai wajar karena piutang mata uang
asing sebesat Rp 166.000.000 sama dengan utang rupiah berdasarkan kontrak.
Perubahan berikutnya dalam nilai wajar dari kontrak masa depan akan diukur
menggunakan kurs masa depan dan jika bunga signifikan,maka akan didiskontokan
untuk mencerminkan nilai waktu dari uang. Untuk tujuan ilustrasi,kita asumsikan
bahwa bunga tidak signifikan dan efektivitas lindung nilai diukur dengan
menggunakn referensi perubahan kurs masa depan.
1
agustus 20X1
Piutang
mata uang asing ke broker (¥) 166.000.000
Utang
rupiah ke broker 166.000.000
Diperoleh
dari menandatangani kontrak masa depan untuk menerima 2.000.000 yen dalam 240
hari:
Rp
166.000.000 = ¥2.000.000 X Rp83 kurs
masa depan 240 hari pada tanggal 1 agustus 20X1
Pada
tanggal 1 oktober 20X4,kontrak masa depan dinilai kembali sesuai dengan nilai
waarnya berdasarkan PSAK 55. Utang usaha dalam yen dicatat pada saat penerimaan
persediaan.
1
oktober 20X1
Piutang
mata uang asing dari broker (¥)
4.000.000
Keuntungan transaksi mata uang
asing 4.000.000
Diperoleh
dari menyesuaikan kontrak masa depan dengan nilai wajarnya,menggunakan kurs
masa depan pada tanggal tersebut,dan mengakui keuntungan:
Rp170.000.000
= ¥2.000.000 X Rp85 kurs masa depan 180 hari pada tanggal 1 okt
Kerugian transaksi mata uang asing 4.000.000
Komitmen 4.000.000
Untuk
mencatat kerugian dari aspek istrumen keuangan dari komitmen:
Rp170.000.000 = ¥2.000.000 X Rp85 kurs masa depan 180 hari
pada tanggal 1 okt
Akun komitmen adalah akun temporer
selama angka waktu komitmen yang belum diakui. jika akun tersebut mempunyai
saldo debit,maka akan ditampilkan dalam bagian asset di neraca;jika mempunyai
saldo kredit,sebagaimana dalam contoh ini,maka akan ditampilkan dalam bagian
kewajiban di neraca:
|
Asset
|
kewajiban
|
||
|
Kontrak masa dapan pada ilai wajar
|
4.000.000
|
komitmen
|
4.000.000
|
Keuntungan
transaksi mata uang asing sebesar Rp4.000.000 dihapus terhadap kerugian
transaksi mata uang sebesar Rp4000.000,sehingga tidak ada pengaruhnya terhadap
laba.
Persediaan
156.000.000
Komitmen 4.000.000
Utang usaha (¥) 160.000.000
Mencatat
utang usaha menggunakan kurs tunai dan mencatat pembelian persediaan:
Rp160.000.000
= ¥2.000.000 X Rp80 kurs tunai tanggal 1 oktober
Kasus 3: lindung nilai
transaksi mata uang asing diperkirakan: lindung nilai arus kas mata uang asing
Perbedaan
perlakuan akuntansi untuk lindung nilai transaksi diperkirakan sebagai lindung
nilai arus kas dengan lindung nilai komitmen mata uang asing yang dapat di
identifikasi sebagai lindung nilai atas nilai wajar. Transaksi yang
diperkirakan adalah terjadi sesuai dengan yang diperkirakan,tetapi lindung
nilai atas transaksi yang diperkirakan diperlakukan sebagai lindung nilai arus
kas dengan bagian efektif dari perubahan nilai wajarnya diakui dalam pendapatan
komprehensif. Jenis lindung nilai ini adalah lindung nilai terhadap perubahan
dalam arus kas yang mungkin terjadi dimasa depan yang akan timbul dari
perubahan dalam kurs mata uang asing. Transaksi yang diperkirankan dapat
menjadi komitmen jika pihak pihak terlibat membuat perjanjian yang mengikat.
Kasus 4: spekulasi
dipasar mata uang asing
Sebuah
entitas memutuskan untuk berspekulasi dalam mata uang asing sebagaimana dapat
dilakukan pada komoditas lain. Sebagaimana contoh,perusahaan Indonesia menduga
rupiah akan menguat terhadap euro,yaitu kurs langsung akan menurun. Dalam kasus
ini perusahaan Indonesia dapat berspekulasi dengan kontrak masa depan dengan
menjual euro untuk penyerahan dimasa depan,dengan harapan dapat membeli euro
dengan harga lebih rendah pada saat penyerahan.
Substansi
ekonomis dari spekulasi mata uang asing adalah untuk memberikan risiko mata
uang asing kepada investor,dengan mana investor berharap dapat memperoleh laba.
Kurs untuk penilaian terkait dengan kontrak mata uang asing spekulasi adalah
kurs masa depan spekulatif adalah kurs masa depan dengan jangka waktu kontrak.
Keuntungan atau kerugian kontrak masa depan spekulasi dihitung dengan
menentukan perbedaan antara kurs masa depan pada tanggal kontrak (atau tanggal penilaian sebelumnya )
dengan kurs masa depan yang tersedia selama jangka waktu kontrak. Kurs masa
depan digunakan untuk menilai kontrak masa depan.
Pembahasan tambahan
Catatan untuk
pengukuran efektifitas lindung nilai
PSAK
55 menyatakan bahwa,pada setiap awal transaksi lindung nilai,perusahaan harus
mendefinisikan metode yang akan digunakan untuk mengukur efektifitas lindung
nilai. Efektifitas berarti akan terdapat penghapusan,dalak kisaran 80% sampai
125%,dari perubahan nilai wajar arus kas dan perubahan nilai wajar risiko yang
dilindung nilai. Efektivitas harus dimulai paling tidak setip tiga bulan dan
pada saat perusahaan melaaporkan keuangan atau laba. Perusahaan dapat
memutuskan untuk memilih dari beberapa pengukuran yang berbeda untuk menilai
efektifitas lindung nilai. Nilai intrinsic dari derivative (the time value o a
derative) terkait dengan nilai yang dialokasikan ke kesempatan untuk memiliki
derevatif terbuka bagi periode tertentu. Nilai waktu akan berkurang selama
jangka waktu derevatif dan menjadi nol pada tanggal jatuh tempo derevatif. Jika
perusahaan menggunakan kurs tunai untuk mengukur efektifitas lindung nilai,maka
setiap perbedaan antara kurs tunai dan kurs masa depan tidak dimasukkan dalam
penilaian efektifitas lindung nilai,melainkan dimasukkan dalam laba.
Alokasi pajak
antarperiode atas keuntungn (kerugian) mata uang asing
Perbedaan
temporer dalam pengakuan kuntungan atau kerugian mata uang asing antara
akuntansi pajak dan akuntansi GAAP mengharuskan alokasi pajak antarperiode.
Umumnya,metode akrual untuk pengakuan pengaruh perubahan kurs dalam periode
terjadi konversi dari akun yang didominasi dalam mata uang asing. Perbedaan
temporer diakui sesuai PSAK 46, “akuntansi untuk pajak penghasilan”
Lindung nilai investasi
bersih dientitas asing
Dalam
pembahasan awal pengakuan kontrak masa depan sebagai instrument lindung
nilai,risiko mata uang asing dari transaksi yang didominasi dalam mata uag
asing dapat dihapuskan. Konsep yang sam berlaku untuk perusahaan indinesia yang
menganggap investasi bersih di entitas asing sebagai komitmen jangka panjang
yang mengakibatkan komitmen terkena eksposur resiko mata uang asing. Sejumlah
alat bantu manajemen neraca tersedia bagi perusahaan Indonesia untuk melindungi
nilai investasi bersih pada entitas asing. Manajemen dapat menggunakan kontrak
pertukaran mata uang asing,komitmen mata uang asing lainnya,atau beberapa
perjanjian pendanaan antar perusahaan tertentu,termasuk transaksi antar
perusahaan. Sebagai contoh,perusahaan induk Indonesia dapat meminjam 10.000
poundsterling inggris untuk melindungi nilai terhadap posisi asset bersih yang
terkena eksposur setara dari anak perusahaan inggris. Setiap fluktuasi kurs
antara poundsterling dan rupiah akan dihapus oleh investasi pada anak
perusahaan inggris dan juga utang pinjaman.
PSAK
55 munyatakan bahwa untuk instrument keuangan derevatif yang ditujukan sebagai
lidung nilai atas investasi bersih dalam operasi asing yang terkena eksposur
mata uang asing. Maka setiap bagian dari perubahan nilai wajar yang setara dengan
keuntungan atau kerugian transaksi mata uang asing akan dilaporkan dalam
pendapatan komprehensif lainnya. Bagian dari pendapatan komprehensif lainnya
tersebut yang ditimbulkan dari lindung nilai investasi bersih di operasi asing
akan menjadi penyesuaian translasi kumulatif dalam pendapatan komprehensif
kumulatif lainnya.
KESIMPULAN
Akuntansi harus dapat
mencatat dan melaporkan transaksi yang melibatkan pertukaran dollar AS dan mata uang asing. Mata uang suatu negara
mirip dengan komoditas lain,dan kursnya berubah karena sejumlah factor ekonomi
yang memmengaruhi permintaan penawaran terhadap mata uang tersebut.
Dalam akuntansi multinasional terdepat beberapa cara
menentukar kurs yaitu :
1.
Kurs langsung
2.
Kurs tidak langsung
3.
Kurs tunai
4.
Kurs masa depan
Setelah di tentukan kursnya kemudian dilakukan transaksi
mata uang asing. Transaksi mata uang asing adalah
aktivitas ekonomi yang dinyatakan dalam mata uang selain mata uang pencatatan
suatu entitas. PSAK
55 memberikan persyaratan spesifik dalam pengklasifikasian derivative sebagai
suatu aktivitas lindung nilai. Akuntansi
lindung nilai menghapuskan keuntungan ( kerugian) atas pos yang dilindungi atas
kerugian ( keuntungan) dan instrument lindung nilai.
PSAK 55 juga menyatakan bahwa, pada setiap awal transaksi
lindung nilai,perusahaan harus mendefinisikan metode yang akan digunakan untuk
mengukur efektifitas lindung nilai. Efektifitas berarti akan terdapat
penghapusan,dalak kisaran 80% sampai 125%,dari perubahan nilai wajar arus kas
dan perubahan nilai wajar risiko yang dilindung nilai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar